Tangerang Selatan – Wakil Menteri Koperasi dan UKM (Wamenkop UKM) Farida Farichah memberikan apresiasi tinggi kepada para pengurus dan anggota Koperasi Kelurahan (Kopkel) Merah Putih Pondok Aren, Tangerang Selatan. Di tengah berbagai keterbatasan, koperasi ini tetap mampu menjalankan bisnis gerai sembako dan menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.

Saat berkunjung ke koperasi tersebut pada Jumat (26/9), Wamenkop Farida menilai operasional Kopkel Merah Putih berjalan cukup baik, meski masih menggunakan rumah pribadi ketua koperasi sebagai kantor sekaligus gerai utama.
“Meski tempatnya masih sederhana dan meminjam rumah ketua koperasi, tapi sistem kerjanya sudah rapi dan berjalan baik,” ujar Farida.
Farida juga memberikan perhatian khusus pada produk-produk UMKM warga sekitar yang dititipkan ke koperasi untuk dijual dengan sistem konsinyasi. Ia menyebut semangat gotong royong yang terjalin di antara pengurus dan anggota menjadi contoh baik bagi koperasi kelurahan lainnya di wilayah Tangerang Selatan.
“BUMN saja jangan sampai kalah. Masyarakat mau konsinyasi, masa BUMN cuma jual beli? Kita harus guyub dan gotong royong demi kemajuan koperasi di Indonesia,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wamenkop berharap agar Bank Himbara dapat menggandeng Kopkel Merah Putih sebagai mitra usaha. Dukungan pembiayaan dan asistensi bisnis dari perbankan diyakini akan memperkuat operasional koperasi ke depan.
Farida juga memuji sistem pembayaran digital yang sudah diterapkan koperasi ini.
“Saya tadi sempat belanja pakai QRIS dan lihat transaksi gas LPG, ini langkah awal yang bagus. Semoga operasionalnya terus berkembang, apalagi jika ada dukungan dari Bank Himbara,” tambahnya.
Wamenkop berpesan agar pengurus koperasi terus menjaga kepercayaan anggota dan masyarakat. Ia meyakini bahwa setiap niat baik akan berbuah positif.
“Kalau niatnya baik, insyaallah akan diterima dengan baik pula oleh masyarakat,” ucapnya.
Menurut Farida, Kopkel Merah Putih Pondok Aren bisa menjadi model pengembangan koperasi desa atau kelurahan di daerah lain. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pengurus, anggota, pemerintah, dan pelaku UMKM dalam memperkuat ekonomi rakyat.
“Kalau kita saling bantu dan bergotong royong, koperasi seperti ini bisa tumbuh kuat. Inilah tulang punggung ekonomi rakyat,” jelasnya.
Farida menegaskan komitmen Kementerian Koperasi dan UKM untuk terus mendampingi pengembangan koperasi seperti Kopkel Merah Putih agar tetap sehat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kopkel Merah Putih Terus Tumbuh
Ketua Kopkel Merah Putih Pondok Aren, Muhammad Zaeni, menyampaikan bahwa koperasi yang dipimpinnya kini mengalami pertumbuhan signifikan. Jumlah anggota yang semula 140 orang kini telah meningkat menjadi 349 anggota aktif.
Zaeni menyebut koperasi ini menjadi wadah strategis bagi para pelaku UMKM dan toko kecil di wilayah Pondok Aren. Meski masih terkendala modal, pengurus terus berupaya mengoptimalkan potensi yang ada secara bertahap.
“Kami ingin semua toko kecil bisa menjadi bagian dari koperasi ini, supaya manfaatnya bisa dirasakan bersama,” ungkapnya.
Ia juga berharap dukungan dari pemerintah, terutama dalam hal permodalan dan peningkatan literasi masyarakat mengenai pentingnya berkoperasi.
“Modal kami masih terbatas, tapi dengan dukungan pemerintah, kami yakin bisa memenuhi kebutuhan anggota dan masyarakat,” tutup Zaeni.
