operasi Desa Merah Putih (Kopdes/KDMP) dipastikan menjadi salah satu penerima manfaat dari stimulus fiskal dalam paket kebijakan ekonomi terbaru pemerintah. Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa dukungan pembiayaan untuk operasional Kopdes Merah Putih telah masuk dalam alokasi anggaran stimulus yang diumumkan pada September 2025 lalu, dan dijadwalkan berjalan sebelum 20 Oktober 2025.

“Dalam rakor tadi, dibahas beberapa program yang harus sudah terealisasi sebelum tanggal 20 Oktober. Salah satunya terkait percepatan dukungan pembiayaan bagi Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Ferry dalam keterangan pers, Kamis (2/10/2025).
Paket Kebijakan 8+4+5
Stimulus fiskal ini merupakan bagian dari paket kebijakan ekonomi yang disebut “8+4+5”, yaitu delapan program akselerasi tahun 2025, empat program lanjutan di 2026, serta lima program prioritas untuk penciptaan lapangan kerja. Dari seluruh agenda itu, sektor koperasi masuk dalam fokus utama, terutama pada sisi akses pembiayaan.
Target 80 Ribu Kopdes
Pemerintah menargetkan hingga akhir 2025, ada 80.000 Kopdes Merah Putih yang beroperasi di berbagai daerah. Dana stimulus akan disalurkan melalui bank-bank Himbara, khususnya untuk kebutuhan modal investasi seperti pembangunan gudang penyimpanan dan gerai layanan koperasi.
“Gudang dan gerai inilah yang nantinya akan menjadi tulang punggung operasional Kopdes Merah Putih, sehingga distribusi barang ke desa-desa bisa lebih cepat, lebih murah, dan memberi nilai tambah bagi produk pertanian maupun UMKM,” jelas Ferry.
Motor Ekonomi Desa
Keberadaan Kopdes Merah Putih diyakini mampu memperkuat rantai distribusi produk, meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha kecil, serta membuka lapangan kerja baru di perdesaan.
Senada dengan Ferry, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menambahkan bahwa pemerintah ingin memastikan program ini berjalan optimal.
“Kami membahas percepatan pembiayaan bagi Koperasi Desa Merah Putih, juga sektor pertanian, desa nelayan, hingga pengembangan tambak 20 ribu hektare di wilayah Pantura,” kata Airlangga.
Lebih dari Sekadar Koperasi
Selain menyentuh koperasi, stimulus fiskal ini juga diarahkan untuk mempercepat realisasi anggaran 12 kementerian dan lembaga, mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta memperkuat UMKM.
Dengan dorongan fiskal yang menyasar hingga ke desa, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi nasional dapat terangkat dari akar rumput dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Source : Kompas
