Denpasar – Sebanyak delapan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Bali resmi mengajukan sinergi kemitraan dengan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Langkah ini menjadi upaya untuk memperluas jaringan usaha sekaligus memperkuat peran koperasi desa sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah DJPb Kemenkeu Bali, Muhammad Mufti Arkan, menjelaskan bahwa pengajuan tersebut mencakup 39 permohonan kerja sama di berbagai sektor strategis.
“Ada delapan KDMP dengan total 39 permohonan ke BUMN, mulai dari sektor pangan seperti beras, pupuk, migas, hingga obat-obatan,” ungkap Mufti di Denpasar, Rabu (1/10/2025).
716 KDMP Sudah Berdiri di Bali
Saat ini, seluruh desa dan kelurahan di Bali telah memiliki KDMP, dengan total 716 koperasi — terdiri dari 636 di desa dan 80 di kelurahan. Dari jumlah tersebut, 675 KDMP sudah terhubung dengan Sistem Informasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes).
Selain itu, sebanyak 364 koperasi telah memiliki gerai aktif dengan total sekitar 800 unit gerai usaha, yang melayani kebutuhan masyarakat mulai dari sembako, pupuk, LPG, hingga layanan kesehatan dasar.
Peluang Akses Pembiayaan Rp200 Triliun
Mufti menambahkan, KDMP berpeluang besar mengakses pembiayaan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Pasalnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan telah menempatkan dana sebesar Rp200 triliun di bank-bank Himbara untuk memperkuat pembiayaan nasional.
“Kami harap sebagian dana ini bisa dimanfaatkan KDMP. Saya yakin tidak lama lagi akan ada koperasi desa di Bali yang berhasil mendapatkan pembiayaan,” kata Mufti.
Dukungan Regulasi dan Dana Desa
Untuk menjamin keberlanjutan usaha, pemerintah juga telah menerbitkan Permendesa PDT Nomor 10 Tahun 2025 yang mengatur mekanisme persetujuan kepala desa dalam pembiayaan KDMP. Regulasi ini memperbolehkan maksimal 30% dari pagu Dana Desa digunakan sebagai jaminan pengembalian pinjaman, jika koperasi mengalami kendala pembayaran pokok maupun bunga.
Mufti menegaskan, skema tersebut tidak akan mengurangi pos penting Dana Desa, seperti gaji aparatur, layanan publik, maupun alokasi pendidikan.
Optimisme Masa Depan KDMP
Dengan dukungan regulasi, pembiayaan perbankan, dan kemitraan dengan BUMN, KDMP diyakini mampu menjadi motor ekonomi desa yang tangguh.
“KDMP bukan hanya koperasi simpan pinjam, tetapi juga pusat logistik desa. Dengan usaha beragam, KDMP akan semakin kokoh dan mampu memperkuat ekonomi rakyat dari desa,” tutup Mufti.
Source Antara
