Takalar, Sulawesi Selatan — 24 September 2025, Suasana berbeda terlihat di Desa Aeng Batu Batu, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar. Sebuah bangunan bergaya megah mirip miniatur Istana Negara kini ramai dipenuhi warga yang datang berbelanja kebutuhan pokok. Bangunan itu adalah kantor dan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), yang resmi beroperasi sebagai percontohan nasional program koperasi desa.

“Dekat dari rumah dan harganya lebih terjangkau. Sangat membantu sekali,” tutur Junniati Dg Ratu, salah seorang anggota koperasi, sambil menenteng kantong belanja.
Dari Launching Nasional ke Dampak Nyata
Koperasi ini mulai aktif pada 21 Juli 2025, setelah ditetapkan sebagai lokasi percontohan (pilot project) Koperasi Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto. Sejak itu, manfaatnya langsung dirasakan warga setempat.
Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menyebut program ini kebanggaan bagi daerahnya.
“Desa Aeng Batu Batu menjadi contoh nyata bagaimana koperasi desa bisa hadir langsung untuk rakyat. Ini bisa jadi inspirasi bagi desa-desa lain,” ucapnya.
Apresiasi juga datang dari Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi, yang mengingatkan agar koperasi ini terus dijaga keberlanjutannya.
Perjalanan Singkat, Hasil Besar
Kepala Desa Aeng Batu Batu, Syarifa Ratu Yuliani, menceritakan awal mula berdirinya koperasi ini.
“Pembangunan kantor dimulai Maret lalu. Setelah rampung, kami resmikan bersama Bupati, dan pada Juli koperasi ini dipilih jadi model saat Presiden melaunching program nasional di Klaten,” jelasnya.
Kini, Koperasi Merah Putih Aeng Batu Batu sudah mengelola 11 unit usaha, meliputi:
- Gerai sembako
- Agen LPG
- Agen pos
- Penjualan pupuk
- Apotek dan klinik
- Unit usaha nelayan (pabrik es, SPBN, kurs turet, 10 kapal, hingga tambatan perahu)
Dari sekian banyak usaha, gerai sembako tetap menjadi favorit karena harga lebih bersahabat bagi warga desa.
Ekonomi Rakyat Modern
Dengan beragam layanan, koperasi ini bukan sekadar toko, melainkan pusat ekonomi kerakyatan di tingkat desa. Pemerintah pusat menempatkannya sebagai mock-up koperasi modern yang diharapkan bisa direplikasi di ribuan desa lainnya.
“Koperasi ini bukan hanya mendekatkan akses barang kebutuhan, tapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat daya saing desa,” kata Syarifa.
Dari Takalar, spirit “lebih dekat, lebih murah, lebih bermanfaat” kini menjadi bukti nyata bagaimana koperasi desa bisa menjadi tulang punggung ekonomi rakyat.
Source : Tribun
